Posted in Artikel, Bahasa Indonesia

Review Buku: 15 Anak Genius Peraup Dolar/ Book Review: 15 Genius Children Who Make Dollars

Apa yang akan dilakukan oleh orangtua ketika anak-anak yang masih muda belia menyampaikan ide bisnis mereka? Ada orangtua yang mungkin awalnya terkejut, namun akhirnya mendukung ide anaknya. Ada pula orangtua yang menunda perwujudan ide bisnis tersebut hingga anaknya selesai menempuh pendidikan formal. Namun, ada pula orangtua yang dengan sepihak mematahkan ide bisnis tersebut karena menganggap anak-anak mereka masih terlalu muda dan belum serius dengan apa yang mereka inginkan.

Children Counseling 2015

Seandainya orangtua dari kelima belas anak genius dalam buku yang ditulis oleh Merry Magdalena ini berpikiran kolot dan tidak mengenali keunikan anak-anak mereka, maka bisa jadi kita tidak mendengar kisah keberhasilan mereka saat ini. Benang merah dari kelima belas kisah tersebut adalah besarnya dukungan keluarga dan pentingnya kesediaan orangtua untuk mengenali keunikan masing-masing anak, serta menemukan bagaimana cara yang terbaik untuk mendukung perkembangan keunikan tersebut.

Dikisahkan bahwa beberapa anak genius berhasil mengembangkan usaha yang berawal dari resep rahasia keluarga dalam membuat selai alami atau produk kecantikan. Ada pula yang berhasil mengembangkan usaha mereka berkat kesediaan orangtua dan saudara mereka untuk menyumbangkan waktu, talenta dan pengetahuan yang dimiliki. Alih-alih menggurui anak-anak mereka, orangtua kelima belas anak genius tersebut memberikan kesempatan yang luas bagi pengembangan talenta anak-anaknya. Hasilnya, ketika sebagian besar orangtua lain ketakutan menghadapi tingginya angka drop out sekolah, orangtua dari kelima belas anak genius ini tidak perlu memaksakan pendidikan pada anak-anaknya, karena mereka ingin selalu mengembangkan diri – termasuk dengan menyelesaikan pendidikan formal mereka.

Children Counseling 2015

Anda bisa membaca kisah-kisah mereka secara lengkap dalam bukunya. Namun, perhatian saya lebih berfokus pada pentingnya keyakinan orangtua akan kemampuan anaknya. Keyakinan ini akan menjadi bahan bakar yang tidak akan padam dalam diri anak, terutama ketika upaya mereka menemui kegagalan. Keyakinan ini juga bernilai lebih besar dari uang, yang selama ini dipandang sebagai modal yang paling utama dalam kehidupan. Sesuai dengan karakteristik anak-anak dan remaja, dikisahkan bahwa para miliarder muda tersebut tidak mudah merasa puas dan memiliki tingkat kebosanan yang cukup tinggi. Andaikan karakteristik ini dipandang sebagai bentuk ketidakseriusan atau sesuatu yang harus ditangani oleh orangtua, maka anak-anak genius tersebut tidak akan memiliki lebih dari satu perusahaan yang bernilai ribuan atau jutaan dolar. Sudut pandang orangtua yang positif dalam memaknai ‘kebosanan’ yang dirasakan anak-anak mereka, kemudian membuka pintu kreativitas lain yang membuahkan hasil yang positif pula.

Berikut adalah beberapa bukti yang menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai positif yang ditanamkan oleh orangtua pada anak-anak mereka:

“Jangan biarkan orang lain menjauhkan anda dari rencana orisinal anda” (Juliette Brindak)

“Jika anda punya sebuah ide bagus, segeralah mewujudkannya sebab ada banyak investor di seluruh dunia yang mencari perusahaan untuk menjadi investasi mereka” (Nick D’Aloisio)

“… orang yang berbisnis harus melakukan lebih dari sekadar mencari uang, yaitu berbuat kebaikan” (Fraser Doherty)

“Saya selalu berusaha melihat kembali ke belakang agar dapat bersikap rendah hati dan merasa diberkati” (Sean Belnick)

‘Teruslah beranggapan tidak ada orang yang peduli denganmu. Dengan begitu anda akan berjuang melakukan segalanya sebaik mungkin, termasuk berperilaku” (Brian Wong)

Teruslah melakukan yang terbaik, Orangtua! Yakinlah pada talenta yang telah diberikan Tuhan pada anak-anak anda, maka anda akan dapat membantu mereka mengembangkan talenta tersebut. (CE)


What would parents do when their young children share about their business idea? Some parents might be surprised, but support the idea. Some parents will delay the decision until their children finish their formal education. But, there are some parents who stop the idea altogether because they think their children still too young and not serious enough to get what they want.

If the parents of those 15 genius children – in a book written by Merry Magdalena – think traditionally and not willing to understand the uniqueness of their children, then we might not heard any successful stories about their achievement today. The red line from those 15 stories is the importance of family support and willingness from each parent to understand the uniqueness of their children, and find the best way to support the development of their children.

From the book, we know that some genius children develop business from family secret recipe in making special jams or beauty products. Some develop their business because their parents and family members willing to share their time, talents and knowledge. Instead of telling their children on what-to-do, those parents give their children as much opportunities as they can to develop their talents. The result, when most parents are afraid in facing the high numbers of school drop out, these 15 parents do not have to force education to their children, because they want to develop themselves continuously – including by finishing their formal education.

You can read their stories in the book (written in Bahasa Indonesia). But my focus is on the importance of parents’ trust upon their children’ capacities. This trust will serve as the fuel that will not dim inside their children, especially in the days of adversities. This trust worth much more that money, which has been seen as the most important capital of life. When these 15 children did not easily satisfy with their achievement and tend to have high level of boredom, their parents did not see it as something that they need to interfere. If they did, then today those children will not have more than one company that worth thousand or million dollar. Positive point-of-view from their parents in understanding ‘their boredom’ then open the doors of creativity that result positively in the end.

Following are some examples on the importance of planting positive values to young children:

“Never let anyone stray you away from your original plan” (Juliette Brindak)

“If you have a good idea, do it right away, because there are a lot of investors in the world who are looking for company as their invesment” (Nick D’Aloisio)

“… people who do business must do more than just looking for money, they need to do good deeds” (Fraser Doherty)

“I always look back, so I would be able to be humble and feel blessed” (Sean Belnick)

“Keep on thinking that no one cares about you. By that, you will fight to do everything as good as you can, including in behaving yourself (Brian Wong)

Keep on doing your best, parents! Believe in the talents that God has given to your children, then you can help them to develop their talents. (CE)

Advertisements

Author:

Being with children turns out to be the most enjoyable time for me. In professional line, I never expected that the best lesson of life come through those little hands of children - with their purity, sincerity and truthfulness. Whenever I sit with a child, I let them lead my understanding of their world - I let their sight guide my way of looking at them. And I always coming to a new land to discover and understand. God bless them! I am a mother of a two-year old boy. His presence strengthen my calling toward children and I am hoping that a lot more hands are willing to give their best for our children - wherever they are.

3 thoughts on “Review Buku: 15 Anak Genius Peraup Dolar/ Book Review: 15 Genius Children Who Make Dollars

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s