Posted in Artikel, Bahasa Indonesia

Berbicara Mengenai Kematian kepada Anak-Anak/ Talking About Death to Children

Kematian merupakan suatu kondisi yang tidak dapat dihindarkan – dimana setiap kehidupan berujung pada kematian. Sebagai individu dewasa, terkadang kita masih mengalami kesulitan untuk memahami makna kematian dan bagaimana cara yang terbaik untuk membahas masalah kematian. Kesulitan ini semakin berlipat ganda ketika kita berhadapan dengan anak-anak. Bagaimana cara terbaik untuk berbicara mengenai kematian kepada anak-anak? Bagaimana cara kita sebagai individu dewasa memberikan penjelasan yang ‘masuk akal’ bagi anak-anak?

Peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 jurusan Surabaya – Singapura pada akhir bulan Desember 2014 meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, namun juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu sekolah swasta di Surabaya kehilangan dua siswanya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan seluruh warga sekolah merasakan kehilangan yang begitu besar. Para guru dan pengurus sekolah kemudian memutuskan untuk mengundang penulis dalam sebuah diskusi singkat mengenai bagaimana cara berbicara kepada para siswa terkait kematian dua rekannya.

Children Counseling 2015

Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan ketika berbicara mengenai kematian kepada anak-anak:

  1. Penting untuk menekankan bahwa peristiwa meninggalnya teman/anggota keluarga bukanlah kesalahan mereka. Beberapa kasus yang penulis jumpai dalam setting praktik menunjukkan bahwa anak-anak seringkali menyalahkan diri mereka sendiri ketika berhadapan dengan kematian. Mereka merasa dirinya sebagai anak nakal, sehingga mengakibatkan meninggalnya teman/anggota keluarga mereka. Tak jarang mereka juga menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu melakukan tindakan yang berguna untuk menyelamatkan orang yang meninggal.
  2. Mereka diijinkan untuk terus mengenang orang yang meninggal di dalam hati dan kehidupan mereka. Ijinkan anak-anak untuk terus mendoakan orang yang meninggal, berkumpul bersama teman atau anggota keluarga yang lain, mengunjungi pemakaman bersama-sama dan membicarakan kenangan indah yang mereka miliki, atau menyimpan benda kenangan tertentu (misal: foto, barang pemberian, dsb). Kesempatan yang diberikan kepada anak-anak memberikan pemahaman bahwa ‘kematian mengakhiri sebuah kehidupan, namun tidak mengakhiri sebuah relasi’ (Mitch Albom).
  3. Sampaikan fakta bahwa teman atau anggota keluarga mereka telah meninggal. Hindari memperlakukan anak seakan mereka tidak memahami bahwa orang dewasa di sekitar mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak, serta sampaikan apa penyebab kematian (misal: sakit, kecelakaan, dsb).
  4. Apabila berhadapan dengan anak yang lebih muda, hindari mengkaitkan kematian dengan ‘kuasa Tuhan’ atau ‘kasih Tuhan’ karena akan menimbulkan pemahaman yang kurang tepat terkait konsep kematian dan ketuhanan. Mereka mungkin akan menganggap Tuhan sebagai sosok yang jahat, karena memisahkan mereka dengan orang yang mereka kasihi.
  5. Ijinkan anak untuk membicarakan perasaan yang mereka rasakan – kesedihan, kehilangan, kemarahan, dan berbagai perasaan lain yang muncul setelah peristiwa kematian tersebut. Apabila berdiskusi merupakan kondisi yang berat bagi anak untuk dilakukan, berikan media yang lain, seperti: menulis buku harian atau menggambar, sehingga mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka secara apa adanya.

Children Counseling 2015

Semoga bermanfaat! (CE)


Death is inevitable – in which every live will find its end to death. As adults, we still have difficulties to understand the meaning of death and finding the best way to talk about it. These difficulties are doubling up when we have to deal with children. What is the best way to talk about death to children? How can we – as adults – give logical explanation for them? The incident of Air Asia QZ8501 from Surabaya to Singapore on the end of December 2014 left deep scar, not only for the family of the passengers, but for all Indonesian communities. One private school in Surabaya lost their two Primary School students and the whole school experience such a great loss. Teachers and school staff then decided to invite me in a short discussion on how to talk to their students regarding the incident on their two schoolmates. 

Following are some tips to discuss about death with children:

  1. It is important to address that the death of their friends/families are not their mistakes. In a few cases that I have witnessed, children tend to blame themselves when they are dealing with death issues. They view themselves as bad children, therefore it causes the death incident. Sometimes they also blame themselves because they could not do anything to save the dead.  
  2. Allow them to remember their dead friends/families in their heart and their life. Allow them to pray for those who had died, being together with friends or family members, visiting the grave together and talk over the good memories, or keeping their memories (e.g: photos, gifts, etc). This opportunity will teach our children that “death ends a life, not a relationship” (Mitch Albom).
  3. Share the fact that their friends or family members have passed away. Do not engage in any behaviors as if children do not comprehend that the adults around them are hiding something. Use simple sentences that are easy to understand, and tell them the cause of death (e.g: sickness, accident, etc). 
  4. When dealing with younger children, do not relate death with the power of God or God’s love, because it may cause wrong understanding regarding death and God. They may think of God as evil, because He separate them with their loved ones.
  5. Allow children to talk about their feelings – their sadness, loss, anger and other feelings that come up after the incident of death. If discussion or talking is too hard for them to handle, give other media, e.g: keeping a diary, or drawing – so they can express their feelings as much as they can. 

Hope it helps! (CE)

Advertisements

Author:

Being with children turns out to be the most enjoyable time for me. In professional line, I never expected that the best lesson of life come through those little hands of children - with their purity, sincerity and truthfulness. Whenever I sit with a child, I let them lead my understanding of their world - I let their sight guide my way of looking at them. And I always coming to a new land to discover and understand. God bless them! I am a mother of a two-year old boy. His presence strengthen my calling toward children and I am hoping that a lot more hands are willing to give their best for our children - wherever they are.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s